Minggu, 28 Maret 2010

Teori Pertukaran Sosial

oleh : Hendri Rahman
BAB I
PENDAHULUAN
Kita menyenangi orang yang memberikan ganjaran kepada kita. Ganjaran itu berupa bantuan, dorongan moril, pujian, atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita.

Kita akan menyukai orang yang menyukai kita, kita akan menyenangi orang yang memuji kita, menurut teori pertukaran social, interaksi social adalah semacam transaksi dagang. Kita akan melanjutkan interaksi kita bila laba lebih banyak dari biaya.
Sehingga, dalam berinteraksi antara satu individu dengan individu lain yang tercapai adalah suatu kepuasan dan kenikmatan tersendiri, yang mendatangkan keuntungan diantara kedua belah pihak. Maka kebersamaan dan persamaan persepsi bisa tercapai sesuai apa yang menjadi tujuan bersama.

Dengan teori pertukaran sosial ini, maka akan dicoba suatu bentuk analisis yang lebih mendalam tentang komunikasi antar individu, sehingga membenarkan definisi dari komunikasi antar individu itu sendiri yang lebih mengarah kepada suatu bentuk interaksi social yang lebih menguntungkan diantara kedua belah pihak.



BAB II
PEMBAHASAN

Teori pertukaran social berangkat dari asumsi do ut des, saya memberikan supaya engkau memberi. Dengan Asumsi seperti ini, para pendukung teori ini mengemukakan bahwa ada begitu banyak pertukaran atau tingkah laku yang dipertukarkan dalam kehidupan social. Dengan demikian pendukung teori ini, berpendapat bahwa tingkah laku manusia berdasarkan pertimbangan untung dan rugi. teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.

Namun penulis akan memaparkan dua teori pertukaran social dalam pembahasan komunikasi antar pribadi ini yaitu Teori dari George Caspar Homans dan Teori dari Thibaut dan Kelley.

A. Teori Pertukaran Sosial George Caspar Homans
Teori ini bisa disebut juga dengan teori tingkah laku sosial dasar, Homans mencoba menerangkan hubungan dua orang dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi (jual beli). Ia berpendapat bahwa proses psikologik yang terjadi pada dua orang yang saling berinteraksi pada hakikatnya sama dengan proses jual beli, dimana kedua belah pihak saling memberi harga dan mencari keuntungan. Hubungan yang dapat bertahan lama adalah hubungan dimana kedua belah pihak dapat memperoleh keuntungan.

Dalam mengembangkan teori pertukaran, Homans mengemukakan beberapa proposisi untuk menjelaskan tingkah laku sosial yang paling mendasar. Adapun proposisi-proposisi dari Homans adalah sebagai berikut :

a. Proposisi Sukses
Prposisi ini berbunyi “ Semakin sering tindakan seseorang dihargai atau mendapat ganjaran maka semakin besar kemungkinan orang tersebut melakukan tindakan yang sama “. Homans memberi contoh bahwa seseorang meminta nasihat pada seseorang kalau di masa lampau ia memperoleh keuntungan dari nasihat itu. Maka semakin sering seseorang mendapat keuntungan dari nasihat-nasihat yang diberikan maka semakin besar kemungkinan orang tersebut meminta nasihat kepada orang itu kalau pada masa lampau nasihat itu sungguh berguna baginya.

b. Proposisi Rangsangan
Proposisi ini berbunyi “ Apabila pada masa lampau ada satu atau sejumlah rangsangan didalamnya tindakan seseorang mendapat ganjaran, maka semakin rangsangan yang ada menyerupai rangsangan masa lampau itu, maka semakin besar kemungkinan bahwa orang tersebut akan melakukan tindakan yang sama”. Dalam hubungan dengan proposisi ini, Homans cenderung membuat generalisasi. Artinya keberhasilan pada salah satu tindakan mengantar orang tersebut kepada tindakan lainnya yang mirip.

Sebagai contoh pada masa lalu si A minta tolong kepada B, dan si B pun menolong, kemudian A berterima kasih, B mendapat ganjaran yaitu pujian. Pada masa sekarang si C minta tolong kepada si B, B akan menolong C, oleh karena B mengharap ucapan “ terima kasih” dari C.

c. Proposisi Nilai
Proposisi ini berbunyi “ Semakin tinggi nilai tindakan seseorang, maka semakin besar kemungkinan orang itu melakukan tindakan yang sama”.
Bila hadiah yang diberikan masing-masing kepada orang lain amat bernilai, maka semakin besar kemungkinan aktor melakukan tindakan yang dinginkan ketimbang jika hadiahnya tak bernilai. Disini Homans memperkenalkan konsep hadiah dan hukuman. Hadiah adalah tindakan dengan nilai positif, makin tinggi nilai hadiah, makin besar kemungkinan mendatangkan perilaku yang diinginkan. Sedangakan hukuman adalah hal yang diperoleh karena tingkah laku yang negatif.

Dalam pengamatannya, Homans memperhatikan bahwa hukuman bukanlah merupakan cara yang efektif untuk mengubah tingkah laku seseorang. Sebaliknya, orang akan terdorong untuk melakukan sesuatu jika ia mendapat ganjaran.

d. Proposisi Kejenuhan
Proposisi ini berbunyi ”Semakin sering seseorang mendapat ganjaran pada waktu yang berdekatan, maka semakin kurang bernilai ganjaran itu untuk dia”. Unsur waktu menjadi sangat penting didalam proposisi ini. Orang pada umumnya tidak akan lekas jenuh, kalau ganjaran itu di peroleh sesudah waktu yang cukup lama.

e. Proposisi Persetujuan dan Agresi
Dalam bagian ini ada dua proposisi yang berbeda. Proposisi yang pertama berbunyi “ Bila tindakan seseorang tidak memperoleh ganjaran seperti yang diharapkannya atau mendapat hukuman yang tidak diharapkannya, maka semakin besar kemungkinana bahwa dia akan menjadi marah dan melakukan tindakan yang agresif, dan tindakan agresif itu menjadi bernilai baginya.” Homans memberikan contoh bahwa jika seseorang tidak mendapatkan nasihat yang dia harapkan dari orang lain dan orang lain itu tidak mendapat pujian yang dia harapkan maka keduanya akan menjadi marah.

Proposisi yang kedua lebih bersidat positif “ Apabila seseorang mendapat ganjaran yang diharapkannya, khususnya ganjaran yang lebih besar dari pada yang diharapkannya, atau tidak mendapatkan hukuman yang diperhitungkannya maka ia akan menjadi senang, lebih besar ia akan melakukan hal-hal yang positif dan hasil dari tingkah laku yang demikian adalah lebih bernilai baginya”. Misalnya, apabila seseorang mendapatkan nasihat dari orang lain seperti yang diharapkannya dan orang lain itu mendapat pujian seperti yang diharapkannya maka keduanya akan menjadi senang dan besar kemungkinan yang satu menerima nasihat dan yang lainnya memberikan nasihat yang lebih bermanfaat.

Demikianlah beberapa proposisi yang dirumuskan oleh George Homans untuk menjelaskan teori pertukaran social. Pada akhirnya Homans melihat aktor sebagai seseorang yang mencari keuntungan.

B. Teori Pertukaran Sosial Thibaut dan Kelley
Teori ini bisa disebut juga dengan teori hasil interaksi. Teori ini dikemukakan oleh Thibaut dan Kelley untuk menerangkan hubungan dua orang dimana mereka saling tergantung untuk mencapai hasil-hasil yang positif. Dan dinyatakan juga bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya.

Sebagaimana telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya ganjaran adalah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan.sedangkan biaya adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Biaya itu bisa berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menghabiskan sumber kekayaan individu atau yang dapat menimbulkan efek-efek yang tidak menyenangkan.

Namun yang menjadi khas dalam teori menurut Thibaut dan Kelley ini adalah “ Tingkat Perbandingan”. Maksudnya adalah penunjukan ukuran baku (standar) yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. Ukuran baku ini dapat berupa pengalaman individu pada masa lampau atau alternatif hubungan lain yang terbuka baginya.

Sebagai contoh, dalam hubungan A dan B, A merasa mendapat hasil 4, sedangkan ia mengharapkan sedikitnya memperoleh hasil 5 (tingkat perbandingan = 5). Tetapi ia memperkirakan kalau interaksi ditukar dengan interaksi dengan C, hasilnya akan 3. Maka A akan tetap mempertahankan interaksi dengan B. Sebaliknya kalau ia melihat bahwa masih ada alternatif lain yang bisa memberikan hasil yang lebih tinggi, misalnya dengan E hasil = 5, dengan F hasil = 6 (tingkat perbandingan pilihan = 5) maka A akan memutuskan hubungan dengan B dan mengganti dengan E atau F.
Sehingga dapat disimpulkan ukuran bagi keseimbangan pertukaran antara untung dan rugi dalam hubungan dengan orang lain itu disebut comparison levels atau tingkat perbandingan , yang maksudnya orang akan mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan orang lain, maka orang akan merasa puas dengan hubungan itu sehingga hubungan akan terus dilanjutkan. Sebaliknya, apabila orang merasa dirugikan dengan berhubungan dengan orang lain dalam konteks upaya dan ganjaran, maka orang cenderung menahan diri atau meninggalkan hubungan tersebut.

Asumsi tentang perhitungan antara ganjaran dan upaya (untung-rugi) tidak berarti bahwa orang selalu berusaha untuk saling mengeksploitasi, tetapi bahwa orang lebih memilih lingkungan dan hubungan yang dapat memberikan hasil yang diinginkan. Tentunya kepentingan masing-masing orang akan dapat dipertemukan untuk dapat saling memuaskan dari pada hubungan yang saling eksploitatif. Hubungan yang ideal akan terjadi bilamana kedua belah pihak dapat saling memberikan cukup keuntungan sehingga hubungan tersebut menjadi sumber yang dapat diandalkan bagi kepuasan kedua belah pihak.



BAB III
KESIMPULAN

Teori pertukaran sosial ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya dan saling memuaskan kedua belah pihak. Sehingga ada empat konsep pokok dalam teori ini yaitu ganjaran, biaya, laba atau hasil dan tingkat perbandingan. Dan tingkat perbandingan inilah yang menjadi teori khas dari sumbangan yang diberikan oleh Thibaut dan Kelley yang bisa diartikan teori hasil interaksi, intinya bahwa hubungan antar pribadi bisa diteruskan atau juga bisa dihentikan. Hal ini disebabkan kalau seseorang bisa melihat faktor-faktor pembanding dalam hubungan antar pribadi dengan seseorang dengan seseorang lainnya.

Sedangkan George Homans menyumbangkan teori tingkah laku sosial dasar sebagai gamabaran dari proses pertukaran sosial ini, dengan dijelaskan oleh 4 proposisi yaitu proposisi sukses, rangsangan, nilai dan persetujuan-agresi
Sehingga dapat disimpulkan bahwa teori pertukaran social ini yang disebut dengan teori jual beli yang dimana teori jual beli ini diperkuat dengan teori tingkah laku sosial dasar George Homans dan teori hasil interaksi Thibaut dan Kelley dapat memberikan suatu penguat terhadap sudut pandang pengembangan defenisi komunikasi antar pribadi itu sendiri.



DAF TAR PUSTAKA
 Liliweri, Allo, “Komunikasi Antar Pribadi”, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 1997.
 Rakhmat, Jalaluddin, “Psikologi Komunikasi”, Bandung, Remaja Rosda Karya, 1998.
 Sarwono, Sarwito Wirawan, “Teori-Teori Psikologi Sosial”, Rajawali Press, Jakarta, 1997.
 Ritzer, George dan Douglas J. Goodman, “Teori Sosiologi Modern”, Jakarta, kencana, 2007.
 Raho, Bernard, “Teori Sosiologi Modern”, Jakarta, Prestasi Pustakaraya ,2007.
 Bungin, Burhan, “Sosiologi Komunikasi”, Jakarta, kencana, 2008.

0 comments:

Poskan Komentar