Kamis, 31 Desember 2009

Umat Islam Belum Miliki Televisi Nasional

Sebagai umat mayoritas yang mencapai 88 persen, ternyata umat Islam Indonesia belum memiliki Televisi Islam secara nasional, meski saat ini terdapat 14 stasiun televisi swasta nasional plus TVRI. Padahal dakwah melalui televisi sangatlah efektif untuk menjangkau umat sebanyak-banyaknya dengan wilayah Indonesia yang begitu luasnya. Sementara pihak Nasrani justru sudah memiliki televisi swasta nasional.

“Di Indonesia saat ini terdapat 130 stasiun televisi di daerah, 280 ribu stasiun radio dan 14 stasiun televisi nasional termasuk TVRI, namun tidak ada satupun stasiun televisi Islam,” ujar Menkoinfo Tifatul Sembiring seusai berbicara pada acara Semiloka Dakwah di Kantor MUI Pusat, baru-baru ini.

Karena begitu penting dan strategisnya dakwah melalui televisi, Tifatul mencontohkan seorang ustad yang berceramah di masjid paling banyak hanya didengarkan seribu jamaah dan itupun ada yang ngantuk. Sementara kalau berdakwah lewat televisi bisa dilihat dan didengarkan jutaan umat Islam di seluruh Indonesia.

Selain belum memiliki Televisi Islam, Menkoinfo juga menyayangkan sinetron Islami di televisi swasta nasional semakin hari semakin berkurang jumlahnya. Padahal film sinetron dapat juga digunakan sebagai media dakwah. Tetapi justru sekarang banyak sinerton yang mengumbar kesyirikan seperti perdukunan dan mistik dan anehnya justru banyak digemari pemirsa televisi. Semua itu menjadi tanggungjawab Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menilai berbagai acara sinetron tersebut.

“Sudah waktunya umat Islam Indonesia memiliki Televisi Islami, meski saat ini gelombang frekwensi untuk televisi nasional sudah penuh,” tegas Menkoinfo Tifatul Sembiring dihadapan para ulama yang mengikuti semiloka dakwah di Kantor MUI Pusat tersebut.

0 comments:

Posting Komentar