Kamis, 03 Desember 2009

Persaingan

Sebagai prinsip dari perkembangan dan informasi persaingan melintasi seluruh alam: mulai dari perjuangan kupu-kupu untuk mendapatkan cahaya matahari terbaik hingga penghargaan pulitzer, persaingan dalam olimpiade, penemuan sumber energi regeneratif atau persaingan dalam sistem-sistem pendidikan, tatanan ekonomi dan konstitusi negara.

Kekhawatiran terhadap persaingan


Persaingan bukanlah suatu permainan mencari untung di mana kemudian keuntungan seseorang selalu berarti kerugian bagi orang yang lain ( Montaigne, essay XXI ). Tapi, berdasarkan pengalaman persaingan membawa “keuntungan bersih” bagi semua orang. Hidup adalah perubahan yang terus-menerus, dan setiap perubahan melahirkan persaingan untuk mencari solusi-solusi baru, baik dengan si pemenang ataupun si pecundang. Perubahan dan persaingan seringkali menuntut manusia untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru di mana pada saat yang sama selalu muncul kekhawatiran akan menjadi yang kalah atau pecundang dalam penyesuaian diri tersebut. Kalau diperhatikan dengan lebih teliti, meluasnya kekhawatiran terhadap persaingan pada saat perubahan cepat terjadi pada dasarnya adalah ketakutan terhadap perubahan. Namun, khususnya bagi mereka yang melihat lingkungan sosial mereka terancam hal tersebut tidaklah menjadi soal. Fakta inilah kemudian oleh para penentang globalisasi yang anti ekonomi pasar dimanfaatkan sebagai titik tolak kritik mereka. Mereka berpendapat persaingan adalah faktor penyebab timbulnya masalah dan ketakutan seseorang. Karenanya persaingan harus dibatasi, meskipun persaingan itu membantu semua orang memecahkan masalah yang timbul di saat proses penyesuaian diri terhadap perubahan yang terus-menerus tersebut dilakukan.

Kemajuan teknis-organisatoris yang dipicu oleh teknologi informasi dan komunikasi baru telah merubah secara drastis dunia kerja bagi sebagian besar manusia. Manusia dituntut untuk selalu belajar hal-hal yang baru di saat pendidikan dan peluang di ® pasar kerja semakin terkait erat. Lapangan kerja baru umumnya terdapat pada sektor jasa. Sementara sektor ekonomi lain peluangnya berkurang karena semakin ketat pasar kerja semakin banyak pula lapangan kerja yang hilang, meski peluang baru tetap ada (tentang topik perubahan struktur dan persaingan global lihat “Laporan sektor jasa 2000” pada www.preussag.de dan Institut Ekonomi Jerman, iwd Nr. 50/2000).

Hampir semua orang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk belajar, ® pendidikan dan pekerjaan. Jadi, adanya ketakutan akan persaingan di saat tuntutan kualifikasi dalam pendidikan dan profesi mengalami perubahan drastis, bukanlah suatu hal yang mengejutkan. Sementara pembatasan persaingan tidak akan memberikan keamanan yang diinginkan. Orang-orang yang ditekan oleh persaingan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi justru dapat dibantu dalam ® ekonomi pasar. Ini merupakan lahan bagi ® kebebasan dan ® tanggungjawab, bagi ® solidaritas dengan asas mutlak ® subsidiaritas.



Siapa yang tidak menerima persaingan sebagai bagian dari solusi bagi masalah-masalah globalisasi, tapi sebaliknya mengkambinghitamkannya sebagai pemicu masalah maka ia juga tidak memahami suatu hal penting. Yakni bahwa sejalan dengan perubahan drastis dunia kerja melalui teknologi informasi dan komunikasi baru itu masalah-masalah penyesuaian diri menjadi akibat dari perubahan global yang dipicu dengan diintegrasikannya negara-negara berkembang yang sukses dan sejak tahun 90-an negara-negara sosialis ke dalam pembagian kerja ekonomi dunia. Karena itu, melihat perubahan struktur di Jerman Timur dan negara-negara tetangga yang terkena arus reformasi, apa yang dinyatakan kelompok Kronberger sangat sesuai dengan keadaan Jerman:” Persetujuan terhadap asas persaingan sebagai bentuk dari pemersepsian peluang dalam kehidupan sedang mengalami percobaan berat.”

Masalah penyesuaian diri dan kekhawatiran manusia harus ditanggapi dengan serius. Di samping membuat kebijakan yang konsekuen untuk memperbanyak lapangan kerja dan reformasi sistem sosial, bentuk lain dari upaya serius itu adalah menjelaskan tentang fungsi sosial dari persaingan itu sendiri. Karena bersamaan dengan cepatnya perubahan kebutuhan akan keamanan pun meningkat, termasuk kecenderungan untuk melindungi harta benda apapun risikonya. Dengan kata lain, perlindungan terhadap persaingan itu menuntut keamanan yang lebih.



Persaingan sebagai proses penemuan



F.A. von Hayek telah menyimpulkan fungsi sosial persaingan dalam gambaran plastis “persaingan sebagai proses penemuan”: masa depan tidak jelas dan sumber tidak cukup. Persaingan memicu orang untuk berhemat dengan sumber-sumber yang tidak memadai tersebut. Persaingan memungkinkan manusia membuat berbagai percobaan dan kesalahan, membuat orang menemukan sesuatu yang sama sekali baru. Contoh yang paling nyata adalah apa yang dapat dilihat di Berlin, tepatnya Lapangan Potsdam. Orang bisa membayangkan bagaimana 100 tahun yang lalu barang-barang baru, jalan-jalan transportasi dan informasi ditemukan oleh warga dalam persaingan kreatifitas dan kerajinan. Tidak ada perancang pusat yang kiranya akan dapat memikirkan ke arah sana atau bahkan untuk mengkoordinasikannya pun ia tak akan bisa.



Persaingan sebagai “penghancuran yang kreatif”



Penemuan atau penciptaan barang-barang baru, proses produksi, keuntungan tempat dan sistem informasi juga berarti penyesuaian. Mula-mula barang-barang dan teknik produksi yang mampu bersaing itu harus mengalami penyesuaian dan kemudian otomatis faktor lapangan kerja dan tempat produksinya, seperti yang terjadi pada penenun Schlesia Hauptmann yang alat tenunnya diganti dengan alat tenun mekanis. Schumpeter menamakan sisi persaingan ini “penghancuran yang kreatif”. Artinya, semakin inovatif seseorang sebagai pionir dalam menemukan hal baru, semakin cerdik ia sebagai peniru memperluas pasar sehingga barang-barang baru itu menawarkan lebih banyak kesejahteraan kepada semua orang, maka semakin besar pula peluang sosial yang berarti juga semakin banyaknya masalah sosial.





Aturan persaingan dan kebebasan



Aturan tentang persaingan dengan banyak penawar pada pasar terbuka harus dibuat sedemikian rupa agar daya cipta orang-orang yang bebas dimotivasi untuk berani menerima persaingan yang tidak nyaman sekalipun, sementara hasil yang akan diperoleh belum jelas. Prestasi warga harus selalu diutamakan, apakah itu dengan cara memberikan peluang untuk ambil bagian pada keuntungan-keuntungan dari hasil kerja setiap orang sebagai akibat dari banyaknya pesaing baru dalam pasar terbuka yang memicu penurunan harga dan peningkatan mutu , ataupun melalui redistribusi oleh pemerintah dengan cara penaturan pembayaran pajak hasil keuntungan.

Karena itu pemerintah harus menjamin hal-hal berikut:



¨ akses bebas ke dalam pasar-pasar terbuka

¨ persaingan untuk mengawasi kekuasaan

¨ stabilitas nilai uang untuk keamanan perencanaan

¨ perlindungan terhadap hak-hak milik pribadi

¨ tanggungjawab (“kebebasan dan tanggungjawab”)

¨ kesinambungan kebijakan ekonomi



Hal-hal di atas merupakan “prinsip pembentuk” ekonomi pasar sebagai “aturan persaingan”, sebagai prinsip dasar kebebasan. Semakin baik asas-asas dasar ini direalisasikan, terutama oleh pasar kerja yang fleksibel dewasa ini, maka semakin efektif pula upaya sosial melalui bantuan subjek terarah membuat setiap individu menanggung beban penyesuaian diri terhadap perubahan struktur. Agar persaingan dapat berjalan dengan harga pasar, maka bidang transfer sosial harus dipisahkan dari jangkauan pasar. Untuk bantuan yang bersifat terarah dan bantuan sosial yang dapat dipercaya kebijakan sosial yang baik membutuhkan papan-papan harga dan persaingan (®Tunjangan Warga)







Literatur yang layak dibaca:



§ Walter Eucken, Grundsätze der Wirtschaftspolitik (Prinsip-Prinsip Dasar Kebijakan Ekonomi), Bern/Tübingen 1952, Bab XVI.

Buku ini merupakan karya standar yang paling baik tentang topik aturan persaingan



§ Kelompok Kronberg, Persaingan yang diglobalisasikan, Institut Frankfurt 1998

Lüder Gerken/Otto Graf Lambsdorff (Pen.): Ordnungspolitik in der Weltwirtschaft (Kebijakan Pembuatan Aturan dalam Ekonomi Dunia), Baden-Baden 2001

0 comments:

Poskan Komentar