Jumat, 11 Desember 2009

Kepribadian dan Komunikasi

oleh : Hendri Rahman A
BAB I
PENDAHULUAN

Perilaku manusia terpengaruh oleh kepribadian individu itu sendiri, manusia saling berinteraksi satu sama lainnya, satu kelompok dengan kelompok lainnya, itu semua dilandasi oleh satu kebutuhan yang ada pada dirinya sebagai manusia social dan manusia individual. Sebagai manusia social seorang individu membutuhkan interaksi dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari anatara ia dengan lingkungan ang ada dosekitarnya, manusia seagai mahluk individu guna memenuhi dorongan-dorongan dan keinginan-keinginan dalam pemenuhannya sebagai mahluk biologis.
Pemenuhan kebutuhan sebagai mahluk biologis tentu harus diseleraskan dengan pemenuhannya sebagai mahluk social yaitu berorientasi kepada nilai-nilai yang berlaku disuatu system masyararakat atau golongan tertentu.
Kesaradaran akan pemenuhan seperti itu, sangat dipengaruhi oleh tiap-tiap karakter kepribadian individu itu sendiri. Dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya, peranan kepribadian ini sangat penting sekali dalam menjaga keharmonisan dalam berinteraksi dengan yang lainnya. Suatu bentuk komunikasi yang efektif dalam berinteraksi merupakan suatu hal yang perlu diasah dan dibiasakan, sehingga perilaku komunikasi dapat berjalan dengan sukses.
Kepribadian manusia akan terus hidup dan berkembang, dan selama itu pula komunikasi sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan pribadi-pribadi dalam menyesuaikan dirinyad engan lingkungannya.

BAB II
KEPRIBADIAN DAN KOMUNIKASI
Pengertian
Pengertian kepribadian menurut disiplin psikologi bisa diambil dari rumusan beberapa teoris kepribadian terkemuka. Gordon Allport, merumuskan kepribadian adalah organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.
Seperti yang dikisahkan Feist & Feist, Allport memilih tiap frase dalam mendefinisikan dengan hati-hati, sehingga benar-benar menyatakan apa yang ingin ia katakan.
Istilah ”organisasi dinamis” menunjukkan suatu integrasi atau saling keterkaitan dari berbagai aspek kepribadian. Kepribadian merupakan sesuatu yang terorganisasi dan terpola. Bagaimanapun, kepribadian bukan suatu organisasi yang statis, melainkan secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Istilah ”psikofisik” menekankan pentingnya aspek psikologis dan fisik dari kepribadian. Kata ”menentukan” dalam definisi kepribadian menunjukkan bahwa kepribadian ”merupakan sesuatu dan melakukan sesuatu”. Kepribadian bukanlah topeng yang secara tetap dikenakan seseorang; dan juga bukan perilaku sederhana. Kepribadian menunjuk orang di balik perilakunya atau organisme di balik tindakannya.
Dengan kata ”karakteristik” Allport ingin menunjukkan sesuatu yang unik atau individual. Kepribadian seseorang bersifat unik, tidak dapat diduplikasi (ditiru) oleh siapa pun. Kata ”perilaku dan pikiran” secara sederhana menunjuk pada sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, baik perilaku internal (pikiran-pikiran) maupun perilaku-perilaku eksternal seperti berkata-kata atau tindakan.
Berdasarkan penjelasan Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Meskipun mengalami perubahan, kepribadian merupakan karakteristik yang relatif stabil. Hal ini sesuai penjelasan Allport bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang terorganisasi dan terpola.
Pandangan orang secara umum mengenai kepribadian sebagai sesuatu yang ajek, konsisten, dan tidak berubah, tidak sepenuhnya salah. Namun, perlu diingat bahwa keadaan yang relatif stabil itu juga mengalami pertumbuhan dan perubahan.
Dance (1967) mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai usaha menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal, ketika lambang-lambang tersebut bertindak sebagai stimuli.
Dalam kamus psikologi, menyebutkan enam pengertian komunikasi :
1. Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke tempat lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara.
2. Penyampaian atau penerimaan gelombang signal atau pesan oleh organisme
3. Pesan yang disampaikan
4. Proses yang dilakukan satu system untuk mempengaruhi system yang lain melalui pengaturan signal-signal yang disampaikan
5. Pengaruh satu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan pada wilayah lain
6. Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi

Hubungan kepribadian dan komunikasi
Kepribadian seseorang ditentukan tergantung bagaimana individu itu menafsirkan pesan yang disampaikan oleh orang lain dan bagaimana individu itu menyampaikan pesannya kepada orang lain. Kepribadian terbentuk sepanjang hidup kita. Selama itu pula komunikasi menjadi penting untuk pertumbuhan pribadi kita. Melalui komunikasi, kita menemukan diri kita mengembangkan konsep diri dan menetapkan hubungan kita dengan dunia di sekitar lingkungan kita. Hubungan kita dengan orang lain menentukan kualitas hidup kita.
Telah disebutkan diatas bahwa kepribadian seseorang ditentukan tergantung bagaimana individu itu menafsirkan pesan yang disampaikan orang lain dan bagaimana individu itu menyampaikan pesannya kepada orang lain. Proses dalam menafsirkan pesan, menggunakan teori komunikasi intrapersonal yang menguraikan bagaimana orang menerima informasi, mengolahnya, menyimpannya dan menghasilkannya kembali. Proses pengolahan informasi meliputi sensasi, persepsi, memori dan berfikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli. Persepsi adalah proses pemberian makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain, persepsi megubah sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses penyimpanan informasi dan memanggilnya kembali. Sedangkan berfikir adalah mengolah informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respons.
Hubungan antara kepribadian dan komunikasi ini selain ditinjau dari komunikasi intrapersonal bisa ditinjau juga dengan pendekatan komunikasi interpersonal dalam hal penyampaian pesan dan hubungan dengan orang lain. menurut freud, secara ringkas perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam keprbadian manusia yaitu komponen bilogis (id), komponen psikologis (ego) dan komponen sosial (superego) atau unsur animal, rasional dan moral (hewani, akali dan nilai).
Dalam psikoanalisis dikenal dengan proyeksi, sebagai salah satu cara pertahanan ego. Proyeksi adalah mengekternalisasikan pengalaman subjektif secara tidak sadar. Seperti orang melemparkan rasa bersalahnya kepada orang lain. maling teriak maling adalah contoh tipikal dari proyeksi. Orang yang banyak melakukan proyeksi akan tidak cermat menanggapi persona stimuli. Sedangkan orang yang tenang, mudah bergaul dan ramah cenderung memberikan penilaian positif pada orang lain.
Pada tahun 1950-an, sekelompok peneliti di universitas California di Barkeley melakukan penelitian intensif tentang kepribadian otoriter. Kepribadian otoriter adalah sindrom kepribadian yang ditandai oleh hasrat berkuasa tinggi, kekakuan dalam hubungan interpersonal, kecenderungan melemparkan tanggung jawab pada sesuatu yang berada diluar dirinya. Theodor Newcomb (1961) membuktikan dengan penelitiannya, bahwa orang-orang yang non otoriter cenderung lebih cermat menilai orang lain, lebih mampu melihat nuansa dalam perilaku orang lain sebaliknya orang-orang otoriter cenderung memproyeksikan kelemahan dirinya kepada orang lain dan menilai orang dalam kategori-kategori yang sempit (hitam-putih, jelek-baik).
Berhubung pembahasan ini terdapat dalam psikologi komunikasi penulis mencoba menganalisis dari hubungan antara kepribadian dan komunikasi ini menuju kearah tindakan komunikasi yang efektif. Karena penafsiran pesan dari orang lain dan begitupula penyampaian pesan kepada orang lain harus terbentuk dalam kepribadian yang sesuai dengan harapan dan maksud dari isi pesan itu sendiri.
Komunikasi yang yang baik berarti komunikasi efektif dan ini sejalan dengan pengamatan yang dilakukan oleh Howard Friedman, seorang psikolog di university of California di Irvine, “ intisari dari komunikasi yang terampil, bergairah dan bersemangat tampaknya melibatkan pemanfaatan ekspresi wajah, suara, sikap dan gerak tubuh untuk memancarkan emosi.” Penelitian Friedman menunjukan bahwa orang yang memiliki kepiawian emosi ini lebih mampu menggerakan dan mengilhami orang lain, selain menguasai imajinasi mereka.
Maka menurut Daniel Goleman seorang psikolog juga, mengatakan dengan pengaruh (persuasif) dan komunikasi yang dapat dilatih dengan baik dan terkontrol merupakan keterampilan dan kecakapan dalam komunikasi itu sendiri.
Oleh Karena itu dalam buku psikologi komunikasi karangan jalaludin rahmat, disebutkan disana bahwa tipe kepribadian yang menularkan komunikasi yang efektik dan paling penting yaitu dengan adanya hubungan interpersonal yang baik yang dibuktikan dengan adanya kepribadian yang jujur, penuh kepercayaan, terbuka dan suportif.
Maka betul sekali yang apa yang telah dikatakan oleh jalaludin rahmat bahwa kepribadian akan terus terbentuk sepanjang hidup kita, maka selama itu pula komunikasi menjadi penting dalam petumbuhan kepribadian kita. Sehingga penulis menyimpulkan proses kedewasaan dalam komunikasi ini merupakan suatu proses pembelajaran dan pelatihan terhadap kepribadian individu-individu itu sendiri dalam menghadapi kenyataan semua persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya

BAB III
KESIMPULAN

Penjelasan Allport dapat kita lihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada kominkan dengan mempergunakan media sehingga menimbulkan respond an pengaruh terhadap si penerima pesan yang dapat dilihat dengan prilaku dan sikap yang diperlihatkan.
Selama kepribadian itu terus berkembang, maka selama itu pula komunikasi sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan pengembangan terhadap pribadi-pribadi dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Sehingga dengan kepribadian yang terkontrol maka akan berdampak terhadap hubungan interpersonal yang baik dan harmonis.
Suatu hubungan interpersonal yang baik ditunjang dengan tipe masing-masing kepribadian dari setiap individu yaitu dengan penuh kejujuran, rasa kepercayaan, supportifitas dan terbuka. Sehingga diantar dua orang, ataupun kelompok dapat tercipta suatu komunikasi yang efektif.

DAFTAR PUSTAKA

 Rakhmat, Jalaludin, “Psikologi Komunikasi”, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2005.
 Goleman, Daniel, alih bahasa Alex Tri Kantjono, “Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Kesuksesan”PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2000.
 http://www.psikologizone.com/pengertian-kepribadian-menurut-awam-dan-psikologi

0 comments:

Poskan Komentar