Kamis, 03 Desember 2009

Globalisasi Membawa Kemakmuran

Kelompok penentang globalisasi sering memunculkan berbagai mitos mengenai globalisasi. Hampir seluruh hal yang tak mereka sukai mereka namakan globalisasi. Dalam artikel singkat ini, saya mencoba menanggapi beberapa mitos yang sering dimunculkan tersebut. Saya akan mencoba memberikan paparan mengenai manfaat globalisasi dan bagaimana globalisasi dapat membawa kemakmuran pada suatu negara.


MITOS MENGENAI GLOBALISASI


Mitos 1: Globalisasi menyebabkan standard penjagaan alam sekitar dan standard tenaga buruh menjadi rendah.


Satu kesalahan adalah apabila kita menyangka bahwa modal berpindah ke tempat yang mempunyai standard alam sekitar dan tenaga buruh yang paling rendah. Kita perlu memeriksa fakta. Penanam modal berinvestasi di tempat yang menghasilkan keuntungan yang paling baik. Biasanya, ini berarti mereka mencari tempat yang mempunyai tenaga buruh paling produktif, di mana rakyat biasanya lebih kaya. Rakyat yang lebih kaya biasanya menuntut kualitas alam sekitar dan kualitas tempat kerja yang lebih baik, bukan lebih buruk. Artinya, globalisasi tidak menyebabkan standard lingkungan hidup dan standard buruh menjadi lebih rendah.



Kita juga menyaksikan betapa banyak yang mencari pekerjaan pada perusahaan milik penanam modal asing karena perusahaan-perusahaan asing biasanya membayar gaji yang lebih tinggi dan juga menawarkan kualitas tempat kerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan lokal. Ini merupakan bukti betapa globalisasi dapat membantu memperbaiki pendapatan dan juga kualtias tempat kerja.



Mitos 2: Globalisasi membawa kepada homoginisasi budaya Amerika ke seluruh dunia.


Memang benar bahwa Amerika Serikat memiliki daya tarik bagi kebanyakan dari kita. Namun, coba fikirkan beberapa trend yang melanda dunia belakangan ini, seperti Harry Potter dari Inggris, Pokemon dan Anime dari Jepang, Bollywood di India, dan banyak lagi budaya yang bukan Amerika. Semua ini sebenarnya memperkayakan kita dan saling memperkaya satu sama lain. Itu belum lagi menyebut masakan Thailand! Jika budaya disimpan dalam tempat yang kedap udara dan dihalangi untuk berubah, maka ia bukan lagi budaya manusiawi. Sebaliknya, ia menjadi barang pameran museum saja. Globalisasi sebenarnya memperkaya budaya.



Mitos 3: Globalisasi melahirkan ketidaksamaan.


Ketidaksamaan berlaku akibat daripada berbagai faktor yang kompleks. Ada benarnya jika dikatakan bahwa globalisasi melahirkan ketidaksamaan karena jurang antara negara-negara yang memproteksi perdagangan dengan negara-negara yang menjalankan ekonomi terbuka memang menjadi semakin besar. Tetapi ini bukan ketidaksamaan yang sering dimomokkan oleh penentang globalisasi!



Hakikatnya, dalam negara-negara yang membuka ekonomi mereka untuk menerima perdagangan dan penanaman modal, jumlah golongan menengah (middle class) semakin meningkat. Ini artinya jurang pendapatan menjadi semakin kecil, bukan semakin besar.







MANFAAT GLOBALISASI



Manfaat 1: Globalisasi membawa keamanan kerana ia menghilangkan insentif untuk berkonflik.


Hambatan perdagangan didasari pada mentalitas dan kebijakan yang menekankan perbedaan kepentingan antar negara. Sebaliknya, perdagangan bebas menghubungkan negara-negara secara aman. Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika perdagangan tidak bisa melewati batas negara, maka tentara yang akan melakukannya.



Manfaat 2: Perdagangan membawa manfaat kepada semua.


Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para penentang globalisasi ialah mereka salah dalam memahami keunggulan mutlak (absolute advantage) dengan keunggulan komparatif (comparative advantage). Meskipun individu di hadapan saya lebih baik daripada saya secara mutlak dalam semua hal, dia dan saya masing-masing akan mendapat lebih banyak manfaat jika kami berdagang – dia mengkhususkan menghasilkan barang yang dia dapat keluarkan dengan paling baik, dan saya pun mengkhususkan menghasilkan barang yang saya dapat hasilkan dengan paling baik. Perdagangan memungkinkan kami mendapatkan barang yang paling baik daripada satu sama lain.



Inilah juga sebabnya mengapa perdagangan dapat membawa pada sebuah perdamaian. Melalui perdagangan yang bebas, manusia dapat melihat bahwa setiap individu manusia lain adalah rekanan yang sama-sama mendapat manfaat daripada kerjasama. Inilah yang menghasilkan masyarakat kemanusiaan, manusia tidak melihat satu sama lain sebagai persaingan. Perdagangan adalah landasan mencapai masyarakat yang lebih berbudaya.



Manfaat 3: Perdagangan, keterbukaan, dan globalisasi mendukung pemerintah yang bertanggungjawab, demokratik, dan mewujudkan keluhuran undang-undang.


Jumlah negara-negara yang dikategorikan oleh Freedom House sebagai negara demokratik meningkat sejalan dengan runtuhnya pembatasan perdagangan. Di antara 40 persen negara teratas dalam ranking Economic Freedom of the World 2002, 90 persen diantaranya dikategorikan sebagai bebas oleh Freedom House. Sebaliknya, di antara 20 persen negara terbawah, yaitu negara-negara yang ekonominya paling tertutup, tidak sampai 20 persen dikategorikan sebagai negara bebas. Bahkan, lebih dari 50% dikatakan tidak bebas oleh Freedom House.

Mexico adalah contoh yang baik. Pembukaan ekonomi Mexico melalui Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) mengakibatkan Vincente Fox menang dalam pemilihan umum Presiden dan pecahnya monopoli kekuasaan oleh Institutional Revolutionary Party. Mereka yang menginginkan penerapan undang-undang dan pemerintahan yang bertanggungjawab menyokong globalisasi.





PENUTUP

Perdagangan adalah perkara yang unik bagi manusia. Ia membedakan kita dari binatang. Asas perdagangan adalah kemampuan manusia berfikir dan kemampuan kita meyakinkan serta mempengaruhi orang lain. Adam Smith berkata dalam ucapan beliau pada 30 Maret 1763, “The offering of a shilling, which to us appears to have so plain and simple a meaning, is in reality offering an argument to persuade one to do so and so as it is for his interest.” Hewan mungkin ada yang melakukan kerjasaman, tetapi tidak ada hewan yang berdagang karena binatang tidak mempunyai kemampuan untuk menggunakan akal untuk mempengaruhi hewan lain.



Perdagangan bukan saja satu keunikan manusia, ia juga satu keunikan peradaban manusia. Dalam buku ke-sembilan The Odyssey tulisan Homer, tatkala Odysseus bercerita mengenai kedatangannya di tanah Cyclops, dia memberikan alasan kenapa Cyclops merupakan makhluk ganas. Odysseus menyatakan:


The Cyclops have no ships with crimson prows,
No shipwrights there to build them good trim craft,
That could sail them out to foreign ports of call,
As most men risk the seas to trade with other men.



Cyclops merupakan makhluk ganas karena ia tidak berdagang. Cyclops hidup dalam dunia yang disukai oleh golongan anti-globalisasi – sebuah dunia tanpa perdagangan, sebuah dunia di mana semua proses pengeluaran berlaku secara lokal.



Pembatasan perdagangan perlu dihapuskan bukan saja karena ia tidak efisien. Pembatasan perdagangan juga perlu ditolak karena ia dapat mengakibatkan konflik dan peperangan. Pembatasan perdagangan perlu ditolak karena ia tidak bermoral dan tidak berperadaban.

0 comments:

Poskan Komentar