Minggu, 08 November 2009

Miscellaneous Deities (continued)

Miscellaneous Deities (continued)

Felicitas atau Fortuna adalah dewi kebahagiaan dan keberuntungan, putri Jupiter. Dia dilukiskan sebagai seorang wanita yang memakai kain penutup mata membawa tanduk kambing (cornucopia) yang mengalirkan harta kekayaan dari dalamnya. Tanduk kambing tersebut adalah tanduk Amalthea yang tanpa sengaja terlepas karena tertarik Jupiter. Untuk menghibur Amalthea, Jupiter menjanjikan bahwa dari tanduk tersebut akan mengalir keluar segala sesuatu yang diingini oleh Amalthea. Namun Amalthea kemudian malah memberikan tanduk tersebut pada Jupiter yang kemudian menyerahkannya pada Felicitas. Selain tanduknya, Amalthea juga memberikan kulitnya pada Jupiter, yang oleh Jupiter dijadikan jubah yang membuatnya kebal terhadap semua senjata. Karena memakai penutup mata, keberuntungan yang diberikan oleh Felicitas acak jatuhnya. Kadang-kadang jatuh pada orang yang memang pantas mendapatkannya, namun tak jarang jatuh pada orang yang sama sekali tak layak memperolehnya.

Selain Felicitas, Plutus juga dipuja sebagai dewa keberuntungan dan kekayaan. Dia adalah putra Ceres dengan seorang titan, Iasius, yang dikandung setelah pertemuan mereka di ladang yang dibajak tiga kali. Jupiter yang murka karena seorang titan berani mendekati saudarinya, membinasakan Iasius dengan petir. Bayi Plutus oleh ibunya kemudian diserahkan kepada Pax untuk diasuh. Setelah dewasa Plutus memiliki kekuatan gaib yang dapat mendatangkan keberuntungan bagi pemujanya yang berhati mulia. Hal ini menimbulkan kegusaran Jupiter yang kemudian membutakan kedua mata Plutus, sehingga kini dia hanya dapat memberikan keberuntungan tanpa dapat melihat apakah mereka yang menerimanya memang layak mendapatkannya. Plutus dilukiskan sebagai seorang bayi montok dalam pelukan Pax dikelilingi oleh para pemujanya yang datang mempersembahkan harta kekayaan dan hasil bumi yang melimpah kepadanya.
Plena adalah dewi kelimpahan yang juga kerap dipuja bersama-sama dengan Pax. Mungkin sekali Plena adalah nama lain dari Ceres. Pax dan Plena adalah ungkapan puitik yang melambangkan 'kedamaian yang terjaga adalah jaminan bagi kesejahteraan dan kelimpahan'.

Victoria adalah dewi kemenangan, putri dewi sungai Styx dengan titan Pallas, yang beserta saudari-saudarinya: Cratia (Kekuasaan), Fortis (kekuatan), dan Zelus (Semangat) senantiasa menyertai Jupiter dan dewa-dewi penghuni Olympus lainnya dalam setiap pertempuran. Dia dilukiskan sebagai seorang wanita muda bersayap yang membawa mahkota dari rangkaian daun laurel serta setangkai daun palma, lambang kejayaan.

Catamite adalah putra Raja Tros dari Troy yang menjadi penuang nectar pribadi bagi Jupiter. Konon Catamite memiliki wajah dan perawakan yang sangat elok sehingga Jupiter jatuh cinta padanya dan mengutus Aquila untuk menculik dan membawanya ke Olympus saat sedang menggembalakan ternaknya di lereng Gunung Ida untuk dijadikan pembawa cawan dan kekasihnya. Ketika Juno memperlihatkan rasa cemburu dan ketidaksukaannya kepada Catamite, Jupiter justru menjadikannya rasi bintang Aquarius
Ver, Aestas, Autumna, dan Hyem adalah dewi-dewi musim, putri-putri Jupiter dengan Justitia yang sering juga disebut para Horae. Tugas mereka adalah mengatur pergantian musim dan siklus hidup tiap makhluk di bumi. Mereka senantiasa menyelimuti gerbang istana para dewa di Olympus dengan awan yang berarak dan menyertai Sol dalam tugasnya menerangi bumi. Ver dilukiskan sebagai gadis cantik bergaun merah muda yang menggenggam sebatang ranting penuh pucuk-pucuk dedaunan dan kuntum-kuntum bunga ceri; Aestas dilukiskan sebagai gadis cantik bergaun hijau cemerlang yang sedang merangkai karangan bunga mawar; Autumna dilukiskan sebagai gadis cantik bergaun keemasan semarak yang membawa sekeranjang buah-buahan dan secawan anggur; sedangkan Hyem dilukiskan sebagai gadis cantik bergaun putih kebiruan dan bermahkotakan embun beku gemerlapan sedang membelai seekor ermine (sejenis musang yang bulunya berubah putih di musim dingin) yang tertidur di pangkuannya.

Astrea, dewi kesucian, putri Jupiter dengan Justitia yang bersaudari dengan para Parcae dan Horae. Konon ketika umat manusia belum mengenal dosa, para dewa-dewi tinggal di bumi di antara manusia. Namun ketika hubungan yang harmonis tersebut rusak oleh kejahatan manusia para dewa-dewi pergi meninggalkan bumi ini untuk bermukim di Olympus. Astrea adalah dewi terakhir yang meninggalkan bumi ini lalu tinggal di antara bintang-bintang di angkasa menjadi rasi bintang Virgo, sang perawan, seperti harapan ibunya sebelum dinikahi oleh Jupiter...

0 comments:

Poskan Komentar