Minggu, 08 November 2009

"The Golden Age of Classical Myths Part 5"

"The Golden Age of Classical Myths Part 5"

Mercury and Iris

Mercury adalah duta dewata, dewa pelindung perdagangan, penggembala, bahkan pencuri, putra Jupiter dari Maia, putri Atlas, dewi padang-padang bunga.
Bagaimana kisahnya sampai dia menjadi dewa pelindung pencuri adalah sebagai berikut:
Konon saat berada dalam buaiannya setelah dilahirkan, Mercury telah memikirkan bagaimana mencuri ternak ayahnya yang digembalakan oleh Apollo, dewa terang dan musik, di Pyrrhea. Niatnya tersebut kemudian memang dilaksanakannya dan sempat membuat Apollo kebingungan mencari ternak yang dipercayakan kepadanya karena Mercury memasang sepatu-sepatu ternak tersebut secara terbalik sehingga berlawanan arah dengan tempatnya menyembunyikan hasil curiannya di Peloponnesus. Akhirnya Apollo tahu bahwa pencurinya adalah dewa kecil yang baru saja dilahirkan itu. Segera dia membawa Mercury ke hadapan Jupiter dan melaporkan ulahnya kepada Bapa Semesta Alam tersebut. Di hadapan ayahnya Mercury tidak berani menyangkali perbuatannya. Dia menunjukkan tempat persembunyian hasil curiannya kepada Apollo.
Hampir saja Apollo murka ketika mengetahui dirinya telah tertipu oleh seorang bayi yang baru lahir, namun Mercury kemudian memberikan lira ciptaannya kepada Apollo untuk meredakan amarahnya karena dia tahu betapa Apollo mencintai musik. Apollo begitu gembira menerima hadiah tersebut. Amarahnya pada Mercury langsung mereda berganti rasa sayang. Sejak saat itu jarang sekali orang melihat Apollo tanpa lira pemberian Mercury tersebut.

Namun demikian Mercury tidak jera-jeranya melakukan pencurian. Pernah dia mencuri tombak Mars, trisula Neptune, bahkan petir ayahnya. Untung saja Mercury segera mengembalikannya begitu melihat murka ayahnya, kalau tidak tentu dia menjadi sasaran amarah Jupiter. Meskipun begitu kebiasaan Mercury tersebut tidak selamanya merugikan. Pernah dia menyelamatkan ayahnya yang urat-uratnya dipotong oleh monster Typhoon dengan mencuri dan menyerahkannya kembali pada Jupiter.

Setelah dewasa Mercury diangkat menjadi duta dewata karena kefasihannya berbicara dan bersilat lidah. Apollo memberikan tongkat berujung ular berkepala dua yang disebut caduceus yang menambah kemampuannya tersebut. Untuk memperlancar tugasnya, para dewa memberinya helm dan sandal bersayap agar dapat bergerak cepat melaksanakan perintah-perintah para dewa. Mercurylah yang bertugas menyampaikan amanat para dewa kepada umat manusia. Dia jugalah yang bertugas menghantar jiwa-jiwa menuju ke Hades.

Bila para dewa mempunyai Mercury sebagai duta, maka para dewi pun memiliki seorang duta, yaitu Iris, dewi pelangi.
Iris adalah putri Thaumas dan Electra dan cucu Terra dan Pontus. Iris menjadi duta para dewi, khususnya Juno, karena memiliki sayap sehingga dapat terbang secepat kilat dan tak seorangpun yang menyadari bahwa Iris telah lewat jika tidak meninggalkan jejak berupa pelangi di udara. Konon Iris pulalah yang ditugasi menjaga harta benda dewa-dewi Olympus, sehingga orang sering mengatakan ada guci berisi emas di ujung pelangi. Iris dicintai oleh segenap penghuni Olympus karena dia begitu cermat dalam melaksanakan tugasnya melayani mereka.

Iris dilukiskan sebagai wanita muda jelita berambut keemasan, bermata biru, pipinya berseri bagaikan mahkota bunga mawar merah muda, mengenakan gaun putih serta bersayap, seperti bidadari dalam seni Kristen...

0 comments:

Poskan Komentar