Minggu, 08 November 2009

"The Golden Age of Classical Myths Part 13"

"The Golden Age of Classical Myths Part 13"

Bacchus

Bacchus, dewa anggur dan keriangan, adalah putra Jupiter dengan Semele putri Raja Cadmus dari Thebes. Meski memiliki ibu seorang manusia biasa, namun Bacchus menjadi dewa karena dia terlahir sampai dua kali. Kelahirannya yang pertama dari rahim ibunya, tentu saja. Namun kelahirannya yang kedua, yang membuatnya menjadi dewa, adalah dari paha Bapa Semesta Alam.

Kisah kelahirannya yang aneh adalah sebagai berikut:
Juno yang mengetahui bahwa Jupiter menjalin cinta dengan Putri Semele dari Thebes menjadi murka Namun dia tak berdaya mencelakai Semele karena takut kepada Jupiter. Dia memutar otak mencari akal untuk mencelakai Semele tanpa perlu turun tangan sendiri. Akhirnya dia menemukan suatu siasat
Segere dia melayang turun dari Olympus menuju istana Thebes. Di sana dia mengubah dirinya menjadi Beroe, inang pengasuh Semele yang telah lanjut usia. Dia berkata kepada Semele bahwa dia meragukan kasih Jupiter kepada Semele, karena meskipun Jupiter telah menyatakan dirinya yang sesungguhnya pada Semele namun dia selalu datang pada Semele dalam wujud pria muda yang gagah dan tampan, bukan dalam wujud kedewaannya. Semele terpengaruh ucapannya tersebut.

Ketika Jupiter datang lagi padanya, Semele merajuk meragukan cintanya. Dia membujuk agar Jupiter mau menampakkan wujud kedewaannya. Jupiter menolak karena dia tahu bahwa tak ada manusia yang mampu melihat wujud kedewaannya, namun Semele terus bersikeras agar Jupiter menunjukkan wujud aslinya.

Akhirnya dalam murkanya Jupiter menampakkan wujud aslinya lengkap dengan senjata petir tergenggam di tangannya. Semele sempat melihat wujud asli kekasihnya sesaat sebelum dia menutup mata selamanya dan bayi yang ada dikandungannya lahir sebelum waktunya. Jupiter iba melihat putranya yang baru lahir harus kehilangan ibunya. Kemudian dia merobek pahanya sendiri dan memasukkan bayi kecil tersebut ke dalamnya. Ketika genap waktunya bayi tersebut terlahir kembali namun kali ini dari paha Bapa Semesta Alam.

Jupiter menyerahkan perawatan putranya kepada peri-peri di lereng Gunung Nysea. Bacchus pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah berani dalam asuhan para peri tersebut. Untuk membalas kasih mereka, Jupiter menempatkan para peri tersebut di angkasa menjadi rasi bintang Hyades.

Konon Bacchuslah yang menemukan bahwa buah anggur dapat diolah sarinya, dibuat menjadi minuman yang nikmat tiada tara. Sejak saat itu minuman anggur menjadi minuman di setiap pesta dan suasana gembira lainnya. Jadilah Bacchus dewa anggur dan keriangan.

Namun Juno yang membencinya mengutuknya menjadi gila sehingga dia harus meninggalkan Olympus. Cybele, ibu Jupiter, yang merasa iba padanya kemudian menyembuhkannya. Setelah sembuh Cybele menyuruhnya mengembara ke seluruh penjuru dunia untuk mengajarkan cara menanam buah anggur dan membuat minuman dari sari buah tersebut pada umat manusia, agar dapat menyemarakkan pesta-pesta mereka. Maka diikuti oleh rombongannya yang terdiri dari para Maenad atau Bacchante, yaitu peri-peri yang riang gembira; para satyr, yaitu makhluk yang berwujud separuh pria separuh kambing; dan gurunya yang sudah tua Silenus, Bacchus mengembara ke seluruh penjuru dunia dengan menaiki seekor keledai yang dibebani bergentong-gentong anggur. Konon dalam pengembaraannya Bacchus sampai ke negeri-negeri di Timur Jauh yang berbeda budaya dengan bangsa Yunani Kuno, termasuk India, di mana dia dipuja sebagai Soma.

Dalam salah satu pengembaraannya Bacchus berjumpa dengan Raja Midas dari Phrygia, yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Untuk membalas keramahannya Bacchus kemudian berjanji akan mengabulkan satu permohonan Midas, apapun yang dimintanya. Midas kemudian meminta kepada Bacchus agar apapun yang tersentuh oleh tangannya menjadi emas. Dia berpikir dengan memiliki banyak emas dia akan bahagia. Bacchus mengabulkan permohonan tersebut dengan hati sedih karena dia tahu hal tersebut adalah suatu kebodohan.

Memang kemudian Midas memiliki sentuhan emas di tangannya, namun hal tersebut tidak membuatnya bahagia. Makanan dan minuman yang disentuhnya berubah menjadi emas sehingga dia tak dapat menikmatinya. Bahkan ketika tanpa sengaja dia memeluk putrinya, gadis tersebut berubah menjadi patung emas. Midas kemudian menangis menyesali keserakahannya dan memohon pada dewata agar dia boleh terbebas dari sentuhan emasnya. Tiba-tiba Bacchus muncul di hadapannya dan menyuruhnya mencuci tangannya di Sungai Pactolus. Midas menuruti perintah Bacchus. Konon sejak saat itu sampai sekarang pasir di dasar Sungai Pactolus berubah menjadi emas. Setelah terbebas dari sentuhan emasnya Midas menjadi raja yang berbahagia bersama keluarganya.

Bacchus menikah dengan Arianna, putri Raja Minos dari Crete. Arianna bertemu Bacchus di Pulau Naxos, pulau suci Bacchus, setelah ditinggal oleh kekasihnya, Theseus, putra Raja Aegeus dari Athena, yang telah dibantunya membunuh Minotaur, makhluk setengah manusia setengah banteng yang dipelihara Minos. Arianna kemudian melarikan diri bersama Theseus yang meninggalkannya saat tidur atas perintah Minerva karena Arianna memang bukan jodohnya. Ketika Arianna sedang meratapi nasibnya muncullah Bacchus yang menghibur dan memintanya menjadi istrinya. Arianna bersedia, maka dia bergabung dengan rombongan yang riang gembira tersebut mengembara ke seluruh penjuru bumi.

Bacchus dilukiskan sebagai pria muda tampan mengenakan mahkota dari sulur-suluran anggur. Di tangannya tergenggam tongkat berujung kerucut pinus yang dililiti sulur-suluran tumbuhan ivy yang disebut thrysus. Sering juga dia dilukiskan sedang menunggangi keledainya sambil mengangkat piala yang berisi anggur di tangannya dikelilingi para Bachante dan satyr yang riang gembira sedang menari ria. Bacchus juga menjadi pelindung drama karena dalam tiap upacara sucinya selalu dipentaskan drama yang mengambil cerita dari petualangannya. Salah satu cerita yang paling sering dipentaskan adalah cerita tentang Raja Icarius dari Attica yang mati dibunuh oleh para penggembala ternaknya sendiri ketika mereka mabuk oleh anggur yang disuguhkan oleh sang raja. Putri Erigone yang dengan bantuan anjingnya Marea menemukan mayat ayahnya dibuang di kebun kemudian menggantung diri dalam dukanya. Bacchus kemudian menghukum penduduk Attica dengan membuat seluruh gadis-gadisnya mengalami kegilaan sehingga mereka semua menggantung diri sebagaimana yang dilakukan Erigone. Pada saat drama tersebut dipentaskan sekelompok aktor yang tergabung dalam koor para satyr akan mengawali pertunjukan dengan nyanyian mereka sehingga kemudian pertunjukan tersebut dikenal sebagai tragi odi yang berarti 'nyanyian kambing' (para satyr berwujud setengah manusia setengah kambing) dan kemudian menjadi tragedi.

Theatre pertama yang dibangun di Acropolis dipersembahkan bagi Bacchus...

0 comments:

Poskan Komentar