Kamis, 15 Oktober 2009

Public Internal Employee Relations

Public Internal Employee Relations

BAB I
PENDAHULUAN

Humas dalam konteks komunikasi sebagai suatu metode dan teknik komunikasi atau lembaga yang berperan sebagai penunjang manajmen dan kreativitas organisasi dalam mencapai tujuan bersama dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Dalam menunjang keberhasilan mencapai tujuan utama manajemen perusahaan/organisasi bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seorang praktisi Humas (Public Relations Practioner) harus memiliki beberapa keterampilan khusus sebagai creator, Conceptor, Mediator, Problem Solver.
Salah satu bidang khusus , dalam humas adalah memproduksi audio visual, sehingga promosi iklan yang disajikan lebih efektif dan efisien dalam menarik hati para masyarakat pemirsa.
Adapun berbagai masalah dan krisis yang terjadi dalam suatu perusahaan, sudah sangat lazim terjadi namun yang menjadi perhatiannya adalah bukan pada objek masalah tetapi lebih menekankan pemecahannya itu sendiri.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Audio Visual
Audio visual merupakan bentuk produk publikasi dan promosi yang dikelola oleh Humas, dalam upaya mendukung perluasan/pemasaran produk atau nama dan pengaruh pada sebuah organisasi dan lain sebagainya. Dengan kata lain suatu perencanaan media untuk tujuan berkampanye.
Bahasa audio visual menarik perhatian orang. Alasannya, bahasa audio visual mempunyai kekuatan khusus, yang mampu membangkitkan imajinasi dan menggerakkan hati. media audio visual, baik group media maupun mass media. Televisi adalah salah satu contoh dari media massa.
Masyarakat pemirsa terdiri dari individu-individu yang bereaksi secara berbeda dan mengartikan pesan yang diterima dengan sudut pandang yang berbeda pula. Reaksi mereka tergantung dari pengalaman pribadi, latar belakang pendidikan dan keadaan hati. Menurut aliran symbolic interactionism, makna diciptakan melalui dan dipertahankan oleh interaksi pribadi dimana setiap individu memperoleh makna untuk dirinya dan tindakan orang lain dengan menggunakan simbol. Meskipun televisi bersifat instrumental, ide dan informasi sebetulnya disebarkan dengan kata-kata dan jaringan hubungan interpersonal. Penyebaran makna bukanlah sekedar pengiriman atau penerimaan informasi, melainkan hasil dari kegiatan menerima dan memberi melalui interaksi sosial.
Iklan mampu menimbulkan akibat yang bisa bertahan didalam jangka waktu panjang. Sifat agresivitas dari iklan timbul karena alternatif cara penyajiannya bermacam-macam. (oral, visual, audiovisual) sehingga media yang digunakan juga berbagai jenis.
Sedangkan akibat dari iklan bisa bertahan di dalam jangka waktu panjang adalah karena adanya proses persepsi di dalam penyerapan pesan iklan oleh seorang individu. Persepsi adalah proses bagi individu di dalam menerima dan menafsirkan rangsangan (stimuli) informasi dari luar melalui berbagai tingkat indera perasaannya.
Output dari proses persepsi adalah berupa kesadaran di tingkat cognitive di dalam menafsirkan rangsangan. Bagi iklan implikasi dari proses itu antara lain terciptanya brand perference atau brand loyalty apabila sebuah iklan berhasil di dalam merangsang organ perasaan seorang individu ke tingkat tertarik atau mengenal pada produk yang diiklankan.
Itu semua tiada lain adalah dari suatu proses produksi yang lebih mengedapankan sifat audio visual. Yang dimana itu menjadi tugas dari bidang Humas itu sendiri dalam memasarkan produk-produknya.

B. Masalah internal dan Krisis
Peranan public relations / Humas dalam suatu organisasi dapat di bagi empat kategori :
1. Penasehat Ahli (Expert prescriber)
Seorang praktisi pakar Humas yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (public relationship).
2. Fasilitator Komunikasi (Communication fasilitator)
Dalam hal ini, praktisi Humas bertindak sebagai komunikaotr atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.
3. Fasilitator Proses pemecahan Masalah (Problem solving process fasilitator)
Peranan praktisi Humas dalam proses pemecahan persoalan public relations ini merupakan bagian dari tim manajmen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (aviser) hingga mengambil tindak eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi.
Ruang lingkup tugas Humas dalam sebuah organisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas:
a. Membina hubungan ke dalam (Public internal)
Public internal adalah public yang menjadi bagian dai unit/badan/perusahaan atau organisasi. Seorang Humas harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negative di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi / perusahaan.
b. Membina hubungan keluar (public eksternal)
Public eksternal adalah public umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran public yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya. Dengan demikian, seperti yang dijelaskan di atas, peran Humas tersebut bersifat dua arah yaitu berorientasi ke dalam (inward looking), dan keluar (outward looking).
Dengan kata lain, efektivitas hubungan masyarkat internal tersebut memerlukan suatu kombinasi anatara lain:
 Kesadaran pihak manajemn terhadap nilai dan pentingnya memelihara komunikasi timbale balik dengan para karyawan
 Kemampuan majaer Humas, yang memiliki keterampilan manajerial (managerial skill) serta berpengalaman atau mendapat dukungan kualitas pada “sumber daya” manusia, pengetahuan (knowledge), media dan teknis komunikasinya yang dipergunakan.
Hubungan masyarkat internal (internal public relations) dalam suatu perusahaan, terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu:
a. Hubungan dengan pekerja ata karyawan (Employee relatoions) pada umumnya, beserta keluarga karyawan khususnya.
b. Hubungan dengan pihak jajaran pimpinan dalam manajemen perusahaan (Management relations), baik di level korporat atau level sebagai pelaksana.
c. Hubungan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham (stock holder relations).
komunikasi internal
komunikasi internal dilaksanakan atau dapat dilakukan melelui beberapa jalur komunikasi timbal balik:
a. Komunikasi arus ke bawah (downward communication),
yakni dari pihak perusahaan kepada karyawannya. Misalnya berupa perintah pimpinan, intruksi, dan informasi spesifikasi teknis suatu pekerjaan yang akan diberikan kepada bawahannya. Media yang dipergunakan dalam bentuk keomunikasi lisan (perintah dan instruksi), dan tulisan (nota dinas, peraturan, surat edaran dan lain-lain).
b. Komunikasi arus ke atas (upward communication),
yaitu dari pihak karyawan kepada perusahaan. Misalnya berbentuk pelaksanaan perintah berbentuk tulisan dan lisan, atau laporan hasil pekerjaan, serta sumbang saran dari pihak pekerja kepada pimpinan perusahaan.
c. Komunikasi sejajar (sideways communications) yang berlangsung antar karyawan. Misalnya informasi mengenai pekerjaan atau masyarkat kegiatan
Menurut H. Fayol beberapa kegiatan dan sasaran PR, adalah:
• Membangun Identitas dan Citra Perusahaan (Building copporate identity and image)
a. Menciptakan identitas dan citra perusahaan yang postif
b. Mendukung kegiatan komunikasi timbale balik dua arah dengan berbagai pihak
• Menghadapi krisis (Facing of Crisis)
Menangani keluhan (complaint) dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajmen krisi dan PR Recovery of image yang bertugas memperbaiki lost of image
• Mempromosikan Aspek kemasyarakatan (Promotion public couses) Manajemen Public
a. Mempromosikan yang menyangkut kepentingan public
b. Mendukung kegiatan kampanye social anti merokok serta menghindari obat-obatan terlarang, dan sebagainya.

BAB III
KESIMPULAN

Audio visual merupakan bentuk produk publikasi dan promosi yang dikelola oleh Humas, dalam upaya mendukung perluasan/pemasaran produk atau nama dan pengaruh pada sebuah organisasi dan lain sebagainya. Merencanakan media untuk tujuan berkampanye.
Humas sesungguhnya sebagai alat manajemen modern secara structural merupakan bagian integral dari suatu kelembagaan atau organisasi. Artinya PR/Humas bukanlah merupakan fungsi terpisah dari fungsi kelembagaan atau organisasi tersebut menjadikan Humas/PR dapat menyelenggarakan komunikasi dua arah timbale balik antara organisasi/lembaga yang diwakilinya dengan publiknya. Peranan ini turut menentukan sukses atau tidaknya misi, visi dan tujuan bersama dari organisasi/lembaga tersebut


DAFTAR PUSTAKA

 www.scribd.com
 www.scribd.izraskmydiau.com
 www.digilib.unnes.ac.id
 www.rajapresentasi.com
 www.kristono.wordpress.com

0 comments:

Poskan Komentar